SEGAR TAPI MERUSAK GIGI


Bagi yang hobbi menikmati minuman bersoda, apalagi anak-anak, sebaiknya menguranginya mulai sekarang. Karena memberikan dampak yang negative yang membuat gigi cepat rusak. Itu karena minuman ini akan mengikis enamel gigi sekuat zat asam yang ada pada baterai.
Selama ini minuman bersoda seiring dihindari oleh mereka yang takut gemuk karena kandungan gula di dalam minuman ini Namun ternyata masih ada bahaya lain yang mengintai, yaitu keruusakan enamel gigi.
Kerusakan enamel yang diakibatkan tidak main-main. Dalam tiga menit setelah kita meminum soda, terjadi pengikisan enamel 10 kali lebih kuat dibandingkan dengan minuman jus buah.
Menurut para ahli, kandungan asam sitrat yang terdapat dalam segala jenis miuman bersoda menjadi biang keladinya. Dalam risetnya, para ahli mengukur tingkat keasaman atau pH dari 20 jenis soft drink yang beredar di AS, seperti Coca Cola, Pepsi, 7up dan lain-lain, segera setelah tutup dibuka lalu sepotong kecil enamel gigi dicelupkan ke dalamnya.
Setelah 48 jam enamel tersebut diitimbang untuk mengetahui jumlah perbedaan berat sebelum dan sesudah dicelupkan.

Sumber TribunTimur Minggu 31 Januari 2010

Iklan

MINUMAN BERSODA


Minuman bersoda sudah sering dinikmati oleh masyarakat. Bahkan beberapa orang menjadikan minman bersoda itu sebagai teman makan sehari-hari. Tapi jarang yang tahu, kenapa miuman bersoda jika diguncang akan berdesis dan mengeluarkan suara yang lebih nyaring.
Itu karena gelembung-gelembung kecil yang terjadi pada saat kaleng minuman bersoda diguncang akan menolong Karbon Dioksida (CO2) yang terkandung dalam minuman tersebut untuk melepaskan diri dari larutan.
Minuman ringan kalengan berisi Karbon Dioksida (CO2) yang diberi tekanan tinggi sehingga Karbon Dioksida (CO2) yang sesungguhnya adalah gas dapat larut dalam minuman cair.
Setelah kaleng dibuka, seluruh gas yang ada akan melepaskan diri dari larutan sebagai ggelembung udara (busa) dan pada akhirnya minuman tersebut akan menjadi minuman biasa yang tak bersoda.
Apabila cairan tersebut diperlakukan dengan hati-hati, gas yang terkandung di dalamnya akan butuh waktu lebih lama untuk “melarikan diri” ke udara dan kembali ke wujud aslinya (gas).
Namun apabila kaleng minuman soda tersebut diguncang, atau minuman tersebut dituang dengan cepat ke dalam gelas gelembung udara yang terbentuk akibat guncangan akan mempermudah gas terlarut untuk “melarikan diri” ke udara.
Gas yang terlarut pada cairan yang tenang akan sulit untuk melepaskan diri karena adanya tekanan permukaan pada cairan tersebut, yang tak lain adalah energy yang dibutuhkan untuk memisahkan molekul-molekul gas terlarut satu dari yang lainnya sehingga menjadi gelembung udara.
Untuk melepas sebuah gelembung udara kecil yang baru saja terbentuk, energy yang dibutuhkan per molekul gas di dalam gelembung udara relative besar, dan sebagai akibatnya, tahap awal adalah tahap yang sulit.
Begitu sebuah gelebung udara terbentuk, energy yang perlukan untuk sebuah molekul gas terlarut menguap dan memperbesar gelembung tersebut lebih kecil.
Alasannya ialah karena pada tekanan tetap, volume sebuah gelembung udara proporsional terhadap jumlah molekul di dalamnya sementara luas permukaan sebuah gelembung udara proporsional terhadap jumlah molekul pangkat 2/3. (What ever…………@#$%*=+:!!!!!????

Sumber TribunTimur Minggu 31 Januari 2010