PERAN PRIA DALAM PROSES KEHAMILAN



Sperma,….. adalah kontribusi pria pada konsepsi, dibuat dalam testis (testikel) dan dikenal sebagai spermatogenesis. Para pria mulai membuat sperma saat ia pubertas, dibawah pengaruh testosterone dari testis dan luteinizing hormone (LH) serta follicle-stimulating hormone (FSH) dari kelenjar pituitary. LH dan FSH bekerja pada testis sama pada ovarium. Seorang pria akan terus memproduksi sperma sepanjang hidupnya.

Testis

Di dalam testis terdapat jaringan saluran yang sangat kecil yang mengandung sel-sel tempat spermatidis dibuat.  Saluran-saluran ini terhubung dengan delapan saluran yang lebih besar ; ini adalah saluran efferent yang membawa sperma yang berkembang ke dalam epididimis, tempat sperma menjadi matang dan memiliki ekor. Sperma bergerak dari epididimis melalui saluran yang disebut vas deferens sebelum ejakulasi. Dalam perjalanannya sperma bercampur dengan sekresi dari kelenjar lain untuk membentuk semen. Semen bertindak sebagai kendaraan bagi sperma untuk membawa mereka mencapai saluran reproduksi wanita.

Testis juga memproduksi hormon seks terpenting bagi seorang pria yaitu testosterone, yang merupakan androgen paling kuat. Hormon ini bertanggung jawab terhadap karakteristik seks sekunder seorang pria seperti bulu-bulu di wajah dan memberatnya suara, serta terhadap hasrat seksual.

Sperma yang Matang

gambar sperma

Panjang sperma kira-kira seperdua puluh millimeter sehingga tidak bias dilihat oleh mata telanjang, berbentuk seperti kecebong dan memiliki ekor yang kuat, lima atau enam kali lebih panjang dari kepalanya dan digunakan untuk menggerakkan diri. Tubuh sperma mengandung komponen sel khusus yang diisebut mitokondria yang merupakan alat penghasil energi. Kepala sperma berwarna agak gelap karena mengandung begitu banyak materi genetik.

Sperma yang baru terbentuk masuk ke dalam epididimis pada bagian belakang tiap testis, dimana menjadi matang. Dari epididimis, sperma yang matang berjalan melalui saluran yang disebut vas deferens, yang mengarah ke vesikel seminal, sebuah struktur kecil mirip kantung di dekat kandung kemih. Saat seorang pria ejakulasi, cairan seminal (semen) dikeluarkan dari penis melalui uretra.

Sperma dan alat reproduksi pria

Ejakulasi

Hampir semua pria mengejakulasikan sekitar 3,5 ml atau sekitar dua pertiga sendok the penuh semen saat bercinta. Tiap mililitar mengandung 20-150 juta sperma yang sebagian besar bentuknya tidak normal. Hanya sekitar tiga perempat sperma bersifat motil (bias bergerakk-gerak). Jika ejakulasi sering terjadi, jumlah sperma menurun dan akan menurunkan fertilitasnya.

Mencapai Sel Telur

Sperma mampu bergerak 2-3 mm permenit itu bisa berarti 2880-4320 mm (2,88-4,32 meter) per hari, kecepatan sesungguhnya bervariasi sesuai tingkat keasaman lingkungannya. Semakin tinggi tingkat keasamannya, semakin pelan pergerakannya. Sekresi vagina bersifat asam, jadi sperma yang dikeluarkan ke dalam vagina akan bergerak cukup pelan ampai mencapai lingkungan yang lebih basa pada rongga rahim. Setelah sukses melampaui kondisi asam vagina yang mengancam, sperma menghadapi perjalanan yang lebih panjang dan berbahaya sebelum mencapai jalur perjalanan sel telur di Tuba Fallopi. Dari sekitar 300 juta sperma saat ejakulasi, hanya beberapa ratus yang akan benar-benar mencapai telur. Kebanyakan akan menetes keluar dari vagina atau dihancurkan oleh keasaman vagina. Yang lainnya akan dihancurkan oleh sel pembersih  di dalam rahim, memasuki Tuba Fallopi tetapi meleset dari dari sasaran… (sel telur).

Sumber : Ensiklopedia  Kehamilan & Kelahiran by Dr. Miriam Stoppard, 2008
www.miriamstoppard..com

http://2.bp.blogspot.com/_NbNw1PvEVLI/TTYlV1IOR1I/AAAAAAAADQw/g1PRYapgSJs/s1600/sind%2Bsperma.jpg

http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSmsxwDzexnpJHqh0yKDZOefw5CuBoOpS3bwlO8Rx3klySd5ewT