Asal Usul Ahmadiyah dan Pendirinya

KHATAMMAL NABIYYIN

oleh Haran Levi pada 10 Februari 2011 jam 20:28

TIDAK ADA NABI LAIN SETELAH RASULULLAH MUHAMMAD SHALALLAAHU ‘ALAIHI WASSALAAM

 

 

Dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda : “Dahulu Bani Israil selalu dipimpin oleh para Nabi, setiap Nabi meninggal maka akan digantikan oleh Nabi yang lain sesudahnya Dan sungguh, tidak akan ada Nabi lagi setelahku, namun yang ada adalah para khalifah (kepala pemerintahan) dan mereka akan banyak berbuat dosa.

 

Para sahabat bertanya, “Apa yang anda perintahkan untuk kami jika itu terjadi ?

 

beliau menjawab : “Tepatilah baiat yang pertama, kemudian yang sesudah itu. Dan penuhilah hak mereka, kerana Allah akan meminta pertanggung jawaban mereka tentang pemerintahan mereka.”

[H.R MUSLIM 3429]

 

 

 

Sekte Ahmadiyah Qadian meyakini bahwa Mirza Ghulam Ahmad adalah Nabi Terakhir bagi mereka. Maka baca dan dengarlah …

 

Quran Surat Al-Ahzaab ayat 40

 

 

MUHAMMAD itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, TETAPI dia adalah RASULULLAH DAN PENUTUP NABI-NABI. Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (Qur’an Surat Al-Ahzab 40)

____________________________________________________________

____________________________________________________________

 

 

 

Asal Usul Sekte Sesat Ahmadiyah dan Pendirinya

 

 

Mina Ghulam Murtada sang penghianat kaum Muslim pada saat penjajahan Inggris di India adalah ayah dari Mirza Ghulam Ahmad, pendiri sekte Ahmadiyah (1839-1908M). Mirza lahir sebagai anak kembar, saudaranya adalah perempuan dan meninggal pada saat kecil. (Lihat: Life of Ahmad, A.R.Dard, Tabshir Publication, 1948,vol.1,h.27)

 

Lebih lengkap tentang Mirza Ghulam Ahmad dapat dilihat pada artikel berikut :

Keluarga Ghulam Ahmad, Masa Kecil Ghulam Ahmad dan Pendidikannya, Penyakit-Penyakit yang Dideritanya, Permulaan Ketenaran dan Dakwahnya.

 

Caci Maki Mirza Ghulam Ahmad Kepada Seterunya, Komentar Mirza Ghulam Ahmad Terhadap Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, Kritik Sang Nabi Palsu Terhadap Beberapa Nabi, Cacian Mirza Ghulam Ahmad Kepada Para Sahabat, Kematian Mirza Ghulam Ahmad.

 

 

 

 

Beberapa hal yang harus diketahui tentang Ahmadiyah

 

 

Pemikiran dan Keyakinan Ahmadiyah

  1. Meyakini bahwa Mirza Ghulam Ahmad adalah Al-Masih yang dijanjikan.
  2. Meyakini bahwa Allah berpuasa dan melaksanakan shalat, tidur dan mendengkur, menulis dan menyetempel, melakukan kesalahan dan berjimak. Mahatinggi Allah setinggi-tingginya dari apa yang mereka yakini.
  3. Keyakinan Ahmadiyah bahwa tuhan mereka adalah Inggris, karena dia berbicara dengannya menggunakan bahasa Inggris.
  4. Berkeyakinan bahwa Malaikat Jibril datang kepada Mirza Ghulam Ahmad, dan memberikan wahyu dengan diilhamkan sebagaimana Al-Qur’an.
  5. Menghilangkan aqidah/syariat jihad dan memerintahkan untuk mentaati pemerintah Inggris, karena menurut mereka pemerintah Inggris adalah waliyul amri (pemerintah Islam) sebagaimana tuntunan Al-Qur’an.
  6. Seluruh orang Islam menurut mereka kafir sampai mau bergabung dengan Ahmadiyah. Seperti bila ada laki-laki atau perempuan dari golongan Ahmadiyah yang menikah dengan selain pengikut Ahmadiyah, maka dia kafir.
  7. Membolehkan khamer, opium, ganja dan apa saja yang memabukkan.
  8. Mereka meyakini bahwa kenabian tidak ditutup dengan diutusnya Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, akan tetapi terus ada. Allah mengutus rasul sewaktu-waktu jika dibutuhkan. Dan Mirza Ghulam Ahmad adalah nabi yang paling utama dari para nabi yang lain.
  9. Mereka mengatakan bahwa tidak ada Al-Qur’an selain apa yang dibawa oleh Mirza Ghulam Ahmad. Dan tidak ada Al-Hadits selain apa yang disampaikan di dalam majelis Mirza Ghulam Ahmad. Serta tidak ada nabi melainkan berada di bawah pengaturan Mirza Ghulam Ahmad.
  10. Meyakini bahwa kitab suci mereka diturunkan (dari langit), bernama Al-Kitab Al-Mubin, bukan Al-Qur’an Al-Karim yang ada di tangan kaum muslimin.
  11. Mereka meyakini bahwa Al-Qadian (tempat awal gerakan ini) sama dengan Madinah Al-Munawarah dan Mekkah Al-Mukarramah ; bahkan lebih utama dari kedua tanah suci itu, dan suci tanahnya serta merupakan kiblat mereka dan kesanalah mereka berhaji.
  12. Mereka meyakini bahwa mereka adalah pemeluk agama baru yang indenpenden, dengan syarat yang indenpenden pula, seluruh teman-teman Mirza Ghulam Ahmad sama dengan sahabat Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Akar Pemikiran dan Keyakinan Ahmadiyah

Hal-Hal yang Mewajibkan Kafirnya Mirza Ghulam Ahmad

  1. Pengakuannya sebagai nabi.
  2. Menghapus kewajiban jihad dan mengabdi kepada penjajah.
  3. Meniadakan berhaji ke Mekkah dan menggantinya dengan berhaji ke Qadian.
  4. Penyerupaan yang dilakukannya terhadap Allah dengan manusia.
  5. Kepercayaannya terhadap keyakinan tanasukh (menitisnya ruh) dan hulul (bersatunya manusia dengan tuhan).
  6. Penisbatannya bahwa Allah memiliki anak, serta klaimnya bahwa dia adalah anak tuhan.
  7. Pengingkarannya terhadap ditutupnya kenabian oleh Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan membuka pintu bagi siapa saja yang menginginkannya.

Penyebaran dan Aktifitas Ahmadiyah

Pemimpin-Pemimpin Ahmadiyah

  1. Pemimpin Ahmadiyah sepeninggal Mirza Ghulam Ahmad bernama Nuruddin. Pemerintah Inggris menyerahkan kepemimpinan Ahmadiyah kepadanya dan diikuti para pendukungnya. Di antara tulisannya berjudul “Fashlb Al-Khithab“.
  2. Pemimpin lainnya adalah Muhammad Ali dan Khaujah Kamaluddin. Amir Ahmadiyah di Lahore. Keduanya adalah corong dan ahli debat kelompok Ahmadiyah. Muhammad Ali telah menulis terjemah Al-Qur’an dengan perubahan transkripnya ke dalam bahasa Inggris. Tulisannya yang lain. Haqiqat Al-Ikhtilaf An-Nubuwah Fi Al-Islam dan Ad-Din Al-Islami. Khaujah Kamaluddin menulis kitab yang berjudul Matsal Al-A’la Fi Al-Anbiya serta kitab-kitab lain. Jamaah Ahmadiyah Lahore ini berpandangan bahwa Mirza Ghulam Ahmad hanyalah seorang mujadid. Tetapi yang berpandangan seperti ini dan yang tidak, mereka sama saja saling mengadopsi satu sama lain.
  3. Muhammad Shadiq, mufti kelompok Ahmadiyah. Di antara tulisannya berjudul Khatam An-Nabiyyin.
  4. Basyir Ahmad bin Ghulam, pemimpin pengganti kedua setelah Mirza Ghulam Ahmad. Di antara tulisannya berjudul Anwar Al-Khilafah, Tuhfat Al-Muluk, Haqiqat An-Nubuwwah.
  5. Dzhafrilah Khan, menteri luar negeri Pakistan. Dia memiliki andil besar dalam menolong kelompok sesat ini, dengan memberikan tempat luas di daerah Punjab sebagai markas besar Ahmadiyah sedunia, dengan nama Robwah Isti’aroh (tanah tinggi yang datar) yang diadopsi dari ayat Al-Qur’an: “Dan Kami melindungi mereka di suatu Robwah Isti’aroh (tanah tinggi yang datar) yang banyak terdapat padang-padang rumput dan sumber-sumber air bersih yang mengalir.” (Qs. Al-Mukminun: 50)

Kesimpulan

Ahmadiyah adalah kelompok sesat yang tidak ada hubungannya dengan Islam. Aqidah (keyakinan) mereka berbeda dengan keyakinan agama Islam dalam segala hal. Kaum Muslimin perlu diperingatkan atas aktifitas mereka, setelah para ulama Islam memfatwakan bahwa kelompok ini kuffur.

 

 

 

Tanggapan miring yang harus disikapi kaum Muslim

 

Kaum Orientalis sering berujar bahwa gara-gara Ahmadiyah, sekarang Muslim sedang ribut, entah hancur atau apalah, suka-suka kata mereka aja dah heheheh.

Yang jelas Islam adalah Islam, dan Ahmadiyah bukanlah Islam maupun bagian dari Islam, jika mereka tetap meyakini ada Nabi/Utusan lain setelah Rasulullah Muhammad shalallaahu alaihi wassalam. Dan sepantasnyalah Ahmadiyah memplokamirkan keberadaan mereka sebagai agama baru, tidak mendompleng nama Islam sebagai agama mereka. Jika tetap memaksa, maka memang sepantasnya DIBUBARKAN SAJA !!!

 

Bodohnya lagi Mirza mengklaim dirinya sebagai Messiah yang dijanjikan atau al Mahdi sang penghancur Dajjal (anti-Christ), jujur saja terkadang mules membaca hal-perihal tentang ini. Lebih mules lagi bila berkunjung ke website milik ahmadiyah ini. Ada terpampang gambar seperti ini :

 

 

Saya awam tentang Islam, tapi setidaknya membaca deretan bahasa Arab yang tertulis di photo tersebut membuat saya terpingkal-pingkal dengan keinginannya yang benar-benar minta dianggap sebagai Nabi atau Utusan tuhan serta Messias.

 

 

 

FATWA ULAMA RABITHAH ALAM ISLAMI DAN FATWA MUI TENTANG AHMADIYAH

 

Pengantar Redaksi :

Berikut ini dua fatwa penting yang perlu diketahui umat Islam Indonesia.

  • Pertama, fatwa para ulama yang tergabung di Liga Muslim Dunia (Rabithah ‘Alam Islami) tahun 1974 (dalam terjemahan bahasa Indonesia).
  • Kedua, fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) tahun 1980. Kedua fatwa tersebut dengan tegas menyatakan kekafiran dan kesesatan Ahmadiyah.

 

 

 

FATWA RABITHAH ALAM ISLAMI

Para ulama yang tergabung di Liga Muslim Dunia (Rabithah ‘Alam Islami) melangsungkan konferensi tahunannya di Makkah Al-Mukarramah Saudi Arabia dari tanggal 14 s.d. 18 Rabiul Awwal 1394 H (6 s.d. 10 April 1974) yang diikuti oleh 140 delegasi negara-negara Muslim dan organisasi Muslim dari seluruh dunia.

Deklarasi Liga Muslim Dunia (Rabithah Alam Islami) Tahun 1974

Qadianiyah atau Ahmadiyah : adalah sebuah gerakan bawah tanah yang melawan Islam dan Muslim dunia, dengan penuh kepalsuan dan kebohongan mengaku sebagai sebuah aliran Islam; yang berkedok sebagai Islam dan untuk kepentingan keduniaan berusaha menarik perhatian dan merencanakan untuk merusak fondamen Islam.

Penyimpangan-penyimpangan nyata dari prinsip-prinsip dasar Islam adalah sebagai berikut :

1. Pendirinya mengaku dirinya sebagai nabi.

2. Mereka dengan sengaja menyimpangkan pengertian ayat-ayat suci Al-Qur’an.

3. Mereka menyatakan bahwa jihad telah dihapus.

Qadianiyah semula dibantu perkembangannya oleh imperialisme Inggris. Oleh sebab itu, Qadiani telah tumbuh dengan subur di bawah bendera Inggris. Gerakan ini telah sepenuhnya berkhianat dan berbohong dalam berhubungan dengan ummat Islam. Agaknya, mereka setia kepada Imperialisme dan Zionisme. Mereka telah begitu dalam menjalin hubungan dan bekerjasama dengan kekuatan-kekuatan anti-Islam dan menyebarkan ajaran khususnya melalui metode-metode jahat berikut ini :

1. Membangun mesjid dengan bantuan dari kekuatan anti Islam di mana pemikiran-pemikiran Qadiani yang menyesatkan ditanamkan kepada orang.

2. Membuka sekolah-sekolah, lembaga pendidikan dan panti asuhan  di mana didalamnya orang diajarkan dan dilatih untuk bagaimana agar mereka dapat lebih menjadi anti-Islam dalam setiap kegiatan-kegiatan mereka.

3. Mereka juga menerbitkan versi Al-Qur’an yang merusak dalam berbagai macam bahasa lokal dan internasional.

Untuk menanggulangi keadaan bahaya ini, Konferensi Liga Muslim Dunia telah merekomendasikan dan mengambil langkah-langkah sebagai berikut :

1. Seluruh organisasi-organisasi Muslim di dunia harus tetap mewaspadai setiap kegiatan-kegiatan orang-orang Ahmadiyah di masing-masing negara dan membatasi sekolah-sekolah dan panti-panti asuhan mereka. Selain itu, kepada seluruh organisasi-organisasi Muslim di dunia, harus dapat menunjukkan kepada setiap Muslim di seluruh dunia tentang gambaran asli orang Qadiani dan memberikan laporan/data tentang berbagai macam taktik mereka sehingga kaum Muslim di seluruh dunia terlindung dari rencana-rencana mereka.

2. Mereka harus dianggap sebagai golongan Non-Muslim dan keluar dari Islam dan juga dilarang keras untuk memasuki Tanah Suci.

3. Tidak berurusan dengan orang-orang Ahmadiyah Qadiani, dan memutuskan hubungan sosial, ekonomi, dan budaya. Tidak melakukan pernikahan dengan mereka, serta mereka tidak diizinkan untuk dikubur di pemakaman Muslim serta diperlakukan seperti layaknya orang-orang non-Muslim yang lainnya.

4. Seluruh negara-negara Muslim di dunia harus mengadakan pelarangan keras terhadap aktivitas para pengikut Mirza Ghulam Ahmad. Dan harus menganggap mereka sebagai minoritas non Muslim dan melarang mereka untuk jabatan yang sensitif dalam negara.

5. Menyiarkan semua penyelewengan Ahmadiyah yang mereka lakukan terhadap Kitab Suci Al-Qur’an disertai inventarisasi terjemahan-terjemahan Al-Qur’an yang dibuat oleh Ahmadiyah dan memperingatkan umat Islam mengenai karya-karya tulis mereka.

6. Semua golongan yang menyeleweng dari Islam diperlakukan sama seperti Ahmadiyah.

Sumber : http://ahmadiyah.20m.com/fatwa/RAI_IND.HTM

____________________________________________________________

____________________________________________________________

FATWA MAJELIS ULAMA INDONESIA (MUI) TENTANG AHMADIYAH

KEPUTUSAN MUSYAWARAH NASIONAL KE II

MAJELIS ULAMA SE INDONESIA

NOMOR : 05/Kep/Munas II/MUI/1980

FATWA TENTANG AHMADIYAH

Bismillahirohmanirrahim

Musyawarah Nasional ke II Majelis Ulama se Indonesia yang berlangsung pada tanggal 11 s/d 17 Rajab 1400 H bertepatan dengan tanggal 26 Mei s/d 1 Juni 1980 di Jakarta, setelah:

Menimbang            :

Bahwa sesuai dengan salah satu fungsi Majelis Ulama Indonesia yaitu memberi fatwa dan nasihat mengenai masalah keagamaan dan kemasyarakatan kepada pemerintah dan umat Islam umumnya, perlu mengeluarkan fatwa beberapa persoalan yang terjadi dalam masyarakat.

Mengingat              :

1. Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah

2. Kaidah-kaidah dalam agama Islam.

Mendengar              :

1. Amanat Presiden Soeharto pada acara Musyawarah Nasional ke II Majelis Ulama se-Indonesia.

2. Pidato Iftitah Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia pada Musyawarah Nasional ke II Majelis Ulama se-Indonesia.

3. Prasaran KH. M Syukri Ghozali tentang Fatwa Majelis Ulama Indonesia pada Musyawarah Nasional ke II Majelis

Ulama se- Indonesia.

Memperhatikan     :

1.Laporan Komisi II Musyawarah Nasional ke II Majelis Ulama se-Indonesia tentang fatwa-fatwa Majelis Ulama Indonesia.

2.Usul-usul dan saran-saran peserta Musyawarah Nasional ke II Majelis Ulama se-Indonesia

Dengan bertawakal kepada Allah SWT

Memutuskan :

Menetapkan fatwa-fatwa Majelis Ulama Indonesia beberapa persoalan keagamaan dan kemasyarakatan sebagai berikut:

Jama’ah Ahmadiyah

Sesuai dengan data dan fatwa yang ditemukan dalam 9 buah buku tentang Ahmadiyah, maka Majelis Ulama Indonesia memfatwakan bahwa Ahmadiyah adalah jama’ah di luar Islam, sesat dan menyesatkan.

Dalam menghadapi persoalan Ahmadiyah, hendaknya Majelis Ulama Indonesia selalu berhubungan dengan pemerintah.

Ditetapkan di  : Jakarta

Pada tanggal  : 17 Rajab 1400 H / 1 Juni 1980 M

Ketua

ttd

Prof. DR. HAMKA (Pimpinan Sidang)

Sekretaris

ttd

Drs. H. Kafrawi, MA.

Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia

ttd

H. Alamsyah Ratu Perwiranegara (Menteri Agama RI)

____________________________________________________________

____________________________________________________________

Sumber :

http://ahmadiyah.20m.com/fatwa/RAI_IND.HTM

http://ahmadiyah.20m.com/fatwa/MUI.HTM

http://groups.google.co.id/group/mahasiswas/browse_thread/thread/a7e486bf4092cefc/e76e60bdfa2942d9%23e76e60bdfa2942d9

____________________________________________________________

____________________________________________________________

 

 

Artikel tentang sekte Ahmadiyah lainnya dapat dilihat pada buku-buku yang telah diterbitkan sebelumnya, yang jelas bukan saya pengarang atau penerbitnya lhoh , hehee(^__^)v :piss.

 

1. Artikel tentang Ahmadiyyah dari Sir Dr. Muhammad Iqbal

 

2. Ahmadiyah Telanjang Bulat di Panggung Sejarah oleh Abdullah Hasan Alhadar

 

3. Ahmadiyyah versi HAMKA (Haji Abdul Malik Karim Amrullah)

 

4. BUKU SAKU BAGI ANGGOTA AHMADIYAH !!! Tiga Masalah Penting oleh H. Mahmud Ahmad Cheema H.A. :Jemaat Ahmadiyah Indonesia (Qadian) 1994

________________________________________________________________

________________________________________________________________

 

[Ceramah Video Youtube bang Jampanx] 30 DAJJAL NABI-NABI PALSU oleh Ustadz ABDUL HAKIM

 

[Ceramah Video Youtube bang Jampanx] KENAPA BUBARKAN AHMADIAH – Ustadz ABDUL HAKIM

 

 

 

One thought on “Asal Usul Ahmadiyah dan Pendirinya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s